
Tasikmalaya, 22 Agustus 2026 — LAZNAS Agnia Care, YBM PLN, dan UNPAS resmi luncurkan Idrisiyyah Waste EcoPark, pesantren pertama pengguna teknologi PESAT.
Peluncuran Bumi Berkah Idrisiyyah Waste EcoPark – Pusat Kebersihan dan Bumi Asri ini dilaksanakan Sabtu (22/8/2026) di lingkungan Pesantren Idrisiyyah, dalam rangkaian acara Qini Nasional 163.
Diinisiasi LAZNAS Agnia Care dan didukung Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, program ini memadukan teknologi tepat guna dengan kesadaran kolektif masyarakat secara bertahap. Ke depan, Waste EcoPark akan menyatu dalam visi Kawasan Terintegrasi Idrisiyyah sebagai pusat dakwah, pendidikan, ekonomi, dan kemaslahatan masyarakat (rahmatan lil ‘alamin).
Kepala Divisi Fundraising LAZNAS Agnia Care, H. Yudhi Ginanjar, S.Sy., menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan (hablum minal ‘alam) melalui pengelolaan sampah di Pesantren Idrisiyyah hanya dapat terwujud melalui kolaborasi bersama:
Senada, CEO Idrisiyyah Foundation Mara Umar, M.E., menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas ini tak lepas dari sinergi bersama UNPAS dan YBM PLN, sekaligus menekankan bahwa tantangan selanjutnya ada pada kesadaran seluruh warga pesantren, khususnya para santri untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.
Inovasi utama Idrisiyyah Waste EcoPark adalah teknologi PESAT hasil pengembangan LPPM UNPAS, yang bekerja tanpa bahan bakar tambahan. Prof. Dr. Ir. Dian Risdianto, M.T., IPP., dari Universitas Pasundan menjelaskan bahwa proses pembakaran memanfaatkan aliran udara (air flow) untuk mendukung pembakaran sampah, menjadikannya solusi yang lebih efisien, dengan biaya operasional terjangkau serta ramah lingkungan untuk kawasan pesantren.
Sistem ini menjadi bagian dari rangkaian pengelolaan menyeluruh: pemilahan awal, pengomposan, budidaya maggot (BSF), daur ulang material, hingga potensi pengembangan energi baru terbarukan.
Kehadiran Idrisiyyah Waste EcoPark turut mendapat apresiasi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Kepala Bidang Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Rudiana, S.T., M.M., menyampaikan bahwa fasilitas ini berpotensi mengurangi sekitar 70 ton sampah per bulan yang dibuang ke TPA Kabupaten Tasikmalaya, kontribusi nyata bagi persoalan persampahan di tingkat daerah, tidak hanya bagi kebersihan internal pesantren.
Idrisiyyah Waste EcoPark menjadi bukti bahwa kolaborasi lembaga zakat, akademisi, korporasi, pemerintah daerah, dan pesantren mampu melahirkan solusi lingkungan berkelanjutan yang siap direplikasi di berbagai daerah.